Ambon, ibu kota Provinsi Maluku, tidak hanya dikenal karena keindahan pantai-pantai eksotisnya seperti Pantai Natsepa atau sejarahnya yang kaya sebagai pusat rempah dunia di masa lalu. Lebih dari itu, Ambon adalah surga bagi para pencinta kuliner. Letaknya yang strategis di kepulauan Maluku menjadikan tradisi kulinernya kaya akan hasil laut yang segar, dipadukan dengan rempah-rempah lokal yang kuat seperti pala, cengkih, dan bubuk ketumba. Perpaduan budaya lokal dengan pengaruh luar menghasilkan cita rasa masakan yang unik: gurih, pedas, asam, dan kaya rempah.
Jika Anda berencana berkunjung ke Ambon dan ingin memanjakan lidah. Berikut adalah 15 rekomendasi kuliner khas Ambon terpopuler yang wajib masuk dalam daftar buruan kuliner Anda.
Papeda dan Ikan Kuah Kuning
Tidak sah rasanya membicarakan kuliner Maluku tanpa menyebut Papeda. Makanan pokok tradisional masyarakat Maluku dan Papua ini terbuat dari bubur sagu yang memiliki tekstur kenyal, lengket, dan berwarna putih bening menyerupai lem kanji. Papeda memiliki rasa yang tawar, sehingga biasanya disajikan bersama Ikan Kuah Kuning.
Ikan yang digunakan umumnya ikan cakalang atau tongkol, dimasak dengan kuah kaya kunyit. Melimbing wuluh, dan kemangi yang memberikan sensasi segar, asam, dan sedikit pedas. Cara menikmatinya pun unik: ambil papeda menggunakan garpu kayu, gulung di piring, lalu siram dengan kuah kuning beserta daging ikannya.
Colo-Colo
Bagi Anda pecinta makanan pedas, sambal Colo-Colo adalah pasangan yang sempurna untuk setiap hidangan ikan bakar di Ambon. Berbeda dengan sambal ulek pada umumnya, sambal ini disajikan mentah tanpa diulek.
Bahan-bahannya sangat sederhana namun kaya rasa: irisan bawang merah, cabai rawit segar. Tomat hijau, daun kemangi, yang kemudian disiram dengan perasan jeruk nipis (atau jeruk lemon cui) dan sedikit kecap manis atau garam. Rasa pedas, asam, dan segar dari colo-colo langsung meledakkan selera makan di gigitan pertama.
Ikan Bakar Asar (Asap)
Ikan Asar adalah salah satu teknik pengawetan tradisional khas Maluku yang bertransformasi menjadi kuliner lezat. Serta Ikan cakalang atau tuna segar dibelah, dibumbui tipis. Lalu diasap di atas batok kelapa atau sabut kelapa selama beberapa jam hingga matang sempurna dan berwarna kecokelatan.
Proses pengasapan ini membuat daging ikannya tahan lama, beraroma harum khas asap, dan memiliki tekstur yang padat. Biasanya, ikan asar dinikmati bersama sambal colo-colo dan nasi hangat atau kasbi (singkong rebus).
Kasbi (Singkong Rebus)
Sebagai salah satu sumber karbohidrat alternatif selain beras di Maluku, Kasbi atau singkong rebus memegang peranan penting dalam kuliner sehari-hari. Kasbi Ambon dikenal memiliki tekstur yang empuk, pulen, dan manis alami.
Biasanya, kasbi disajikan hangat sebagai pendamping ikan bakar asar atau dinikmati bersama secangkir teh manis hangat di sore hari ditemani sambal ikan.
Kohu-Kohu
Jika Madura punya juruh atau Lombok punya bebalung. Maka Ambon memiliki Kohu-Kohu, sebuah hidangan tradisional yang sering disebut sebagai “urapnya orang Maluku”. Hidangan ini terbuat dari suwiran ikan cakalang asar, parutan kelapa mentah, irisan mentimun, kacang panjang, tauge, dan kemangi.
Seluruh bahan dicampur merata dengan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, cabai, dan perasan jeruk lemon cui. Rasanya sangat segar, gurih, dan menyehatkan, cocok disantap bersama kasbi atau batata (ubi jalar) rebus.
Nasi Lapola
Nasi Lapola adalah kuliner nasi tradisional khas Maluku yang memiliki cita rasa gurih yang khas. Serta Nasi ini dibuat dari campuran beras putih, kacang merah (atau kacang tolo), dan parutan kelapa muda.
Proses memasaknya dimulai dengan memasak setengah matang beras dan kacang. Lalu mencampurnya dengan parutan kelapa dan bumbu garam, kemudian dikukus hingga matang. Nasi lapola memiliki tekstur yang pulen dengan aroma kelapa yang harum, sangat nikmat disantap bersama lauk pauk berkuah seperti ikan kuah kuning.
Kue Asida
Beralih ke hidangan penutup atau camilan, Kue Asida adalah makanan tradisional khas Ambon yang memiliki akar sejarah kuat dari Timur Tengah, mirip dengan dodol. Kue ini terbuat dari campuran tepung terigu, gula merah, mentega, dan bubuk kayu manis serta kapulaga.
Kue Asida memiliki tekstur yang sangat lembut, legit, dan lumer di mulut dengan aroma rempah yang kuat. Biasanya, kue ini disiram dengan sedikit lelehan mentega cair di atasnya sebelum disajikan, sangat cocok dinikmati sebagai teman minum kopi pagi hari.
Sagu Gula
Kue tradisional berbahan dasar sagu ini sangat mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional di Ambon. Sagu Gula dibuat dari tepung sagu yang dicampur dengan kelapa parut. Lalu dimasak di dalam cetakan tanah liat khusus di atas bara api.
Di bagian tengahnya, diberiisian gula merah cair yang akan meleleh ketika matang. Sensasi kriuk di luar, empuk di dalam, berpadu dengan manisnya gula merah dan gurihnya kelapa membuat kue ini digemari semua kalangan.
Kue Bagea
Bagi Anda yang mencari buah tangan atau oleh-oleh tahan lama, Kue Bagea adalah pilihan utama. Kue kering tradisional ini berbahan dasar sagu yang dicampur dengan kenari, tepung terigu, gula, dan berbagai rempah seperti kayu manis dan cengkih.
Kue Bagea memiliki tekstur yang keras di awal, namun akan lumer di mulut saat dicelupkan ke dalam teh atau kopi panas. Rasanya manis, gurih, dengan aroma rempah Maluku yang sangat khas.
Bubur Sagu Ubi
Satu lagi olahan sagu yang wajib dicoba adalah Bubur Sagu Ubi. Makanan penutup ini terbuat dari sagu lempeng yang direndam dan dimasak bersama potongan ubi jalar, santan, gula merah, dan daun pandan.
Kuahnya yang kental, manis, dan gurih berpadu sempurna dengan empuknya ubi jalar. Hidangan ini sangat menghangatkan tubuh dan biasanya disajikan dalam keadaan hangat.
Sambal Bawang Ikan Tude
Ikan tude (ikan kembung lokal) adalah salah satu jenis ikan yang paling melimpah di perairan Ambon. Salah satu olahan terpopulernya adalah Ikan Tude Goreng Sambal Bawang.
Ikan tude segar dibumbui kunyit dan garam, digoreng hingga garing di luar namun tetap juicy di dalam, lalu ditaburi dengan sambal bawang mentah yang melimpah. Kesegaran cabai dan bawang mentah di atas ikan panas menciptakan harmoni rasa yang luar biasa.
Gohu Ikan
Sering disebut sebagai “sashimi-nya Maluku”, Gohu Ikan adalah hidangan ikan laut mentah (biasanya ikan cakalang atau tuna) yang diolah tanpa proses memasak dengan api.
Daging ikan dipotong dadu kecil, kemudian dicuci bersih dan dimarinasi dengan perasan jeruk lemon cui, garam, dan kemangi. Setelah itu, disiram dengan minyak kelapa panas yang telah ditumis bersama bawang merah dan cabai rawit cincang. Rasanya sangat segar, asam, pedas, dan gurih tanpa ada bau amis sama sekali.
1Rti Kenari
Roti Kenari adalah roti tradisional khas Ambon yang memiliki tekstur renyah di luar dan taburan kacang kenari cincang yang melimpah di atasnya. Kenari adalah salah satu hasil perkebunan utama di Maluku, sehingga penggunaannya sangat dominan dalam kue-kue tradisional. Roti ini memiliki aroma mentega dan kenari panggang yang sangat menggugah selera, cocok dinikmati sebagai camilan sore hari.
Sopi Ambon (Edukasi Kuliner Tradisional)
Sebagai informasi budaya, Sopi adalah minuman tradisional beralkohol khas Maluku yang disadap dari pohon aren (enau). Meskipun peredarannya diatur secara ketat oleh hukum adat dan pemerintah setempat. Sopi memegang peranan penting dalam berbagai ritual adat, penyambutan tamu, dan perayaan tradisional masyarakat Maluku. Bagi wisatawan, mengenal sejarah dan proses pembuatan sopi memberikan wawasan mendalam tentang kearifan lokal masyarakat setempat.
Es Sereh Maluku dan Minuman Pala
Menutup perjalanan kuliner Anda, Ambon memiliki minuman penyegar tradisional yang kaya manfaat kesehatan, yaitu Es Sereh dan Minuman Sari Buah Pala.
Minuman sereh dibuat dari rebusan serai, jahe, gula merah, dan kayu manis, disajikan dingin dengan es batu. Sementara itu, sari buah pala memanfaatkan daging buah pala segar yang diolah menjadi minuman manis, asam, dan menyegarkan. Kedua minuman ini sangat ampuh untuk menyegarkan tubuh setelah lelah berkeliling Kota Ambon di bawah terik matahari tropis.
Tips Wisata Kuliner di Ambon
-
Waktu Terbaik Berkunjung ke Pasar Tradisional: Datanglah ke Pasar Mardika di pagi hari jika Anda ingin melihat langsung ragam hasil laut segar dan mencicipi berbagai kue tradisional yang masih hangat.
-
Tingkat Kepedasan: Sebagian besar kuliner Ambon menggunakan cabai rawit dalam jumlah banyak. Jangan ragu untuk meminta penjual mengurangi tingkat kepedasan jika Anda tidak terlalu kuat makan pedas.
-
Oleh-Oleh: Pastikan untuk memborong Kue Bagea, Ikan Asar vakum, dan pala manis sebagai buah tangan untuk keluarga di rumah.
Kuliner Ambon adalah sebuah petualangan rasa yang merayakan kekayaan laut dan rempah Nusantara. Jadi, hidangan mana yang paling membuat Anda tidak sabar untuk segera mencicipinya di Ambon?
Baca Juga : Rosé BLACKPINK Cetak Sejarah Jadi Artis K-Pop Pertama Menang di The BRIT Awards