
Freefastapp.net – Sensor gambar atau image sensor merupakan teknologi penting untuk kamera, perangkat seluler dengan kamera internal, pencitraan medis, dan teknologi otomatis. Sensor gambar merupakan teknologi penting yang tengah berkembang. Penjelasan paling sederhana dari teknologi ini adalah bahwa ia meniru fungsi mata manusia yang mengambil informasi cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Foton optik ditangkap sebagai elektron, yang kemudian diubah melalui kapasitor dan penguat menjadi tegangan, yang kemudian diproses oleh komputer untuk menghasilkan gambar digital.
Ada dua jenis utama sensor gambar yaitu perangkat berpasangan bermuatan atau charged coupled device (CCD) dan semikonduktor oksida logam komplementer atau complementary metal oxide semiconductor (CMOS). Salah satu aplikasi terbesar sensor gambar ada pada kamera. Selain itu, sensor gambar telah memiliki peran penting dalam pasar biologi dan medis, dan industri didalamnya. Dalam bidang ilmu biologi dan medis, sensor gambar CCD digunakan dalam mikroskop dan sistem pencitraan. Teknologi sensor pencitraan meningkatkan kemampuan pencitraan medis, yang memungkinkan para ilmuwan untuk mengambil gambar sampel biologis pada tingkat detail yang tinggi. Secara khusus, sensor pencitraan dimanfaatkan dalam mikroskopi optik dan tomografi sinar-X.
Industri juga memanfaatkan kemajuan teknologi sensor gambar untuk lebih jauh mengadopsi proses otomatis. Teknologi image sensor telah meningkatkan kecepatan bingkai kamera yang digunakan untuk mengotomatisasi proses industri. Oleh karena itu, para pemangku kepentingan sedang meningkatkan kemampuan otomatisasi di sektor ini. Saat Industri 4.0 mulai berlaku penuh, otomatisasi akan menjadi fokus utama proses industri. Sensor pencitraan ditambah dengan sensor lain yang terhubung ke internet akan menjadi vital bagi proses sehari-hari.
Topik Hangat dalam Industri Image Sensor
Dapat dikatakan bahwa penggunaan sensor gambar dalam pencitraan medis merupakan topik yang paling banyak diteliti dalam image sensor. Perkembangan terkini telah terjadi pada teknologi sensor gambar yang digunakan dalam aplikasi pencitraan medis. Ada fokus untuk memajukan teknologi untuk mengatasi keterbatasan teknologi saat ini yang bertujuan untuk meningkatkan sensitivitas dan memperluas potensi aplikasi medis dari sensor gambar.
Publikasi terkini dalam jurnal Optica menjelaskan bagaimana fotodetektor organik digunakan sebagai pengganti fotodetektor anorganik untuk mengubah sinyal cahaya menjadi sinyal listrik. Meskipun fotodetektor organik telah menjadi fokus penelitian selama beberapa waktu karena potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan sensitivitas hingga titik ini, terbukti sulit untuk mengembangkan fotodetektor organik berkinerja tinggi.
Penelitian menunjukkan bagaimana para ilmuwan telah berhasil memproduksi fotodetektor organik transparan penyerap cahaya hijau baru yang kompatibel dengan metode fabrikasi CMOS dan mampu meningkatkan sensitivitas. Ada kemungkinan bahwa sensor ini akan memungkinkan perluasan sensor gambar dalam ilmu kedokteran. Misalnya, mereka dapat dimanfaatkan dalam pemantauan detak jantung berbasis cahaya dan pengenalan sidik jari.
Topik hangat terkini lainnya dalam penelitian teknologi sensor gambar adalah penerapan sensor gambar pada kendaraan otonom. Baru-baru ini, para ilmuwan telah mengembangkan sensor gambar silikon yang mampu mempercepat dan menyederhanakan pemrosesan gambar untuk aplikasi yang sedang berkembang ini. Untuk pertama kalinya di dunia, para ilmuwan mengembangkan prosesor dalam sensor yang terintegrasi ke dalam sensor pencitraan silikon (CMOS). Inovasi ini akan meningkatkan kemampuan kendaraan otonom, serta perangkat komersial lain yang menangkap informasi visual seperti telepon pintar.
Sensor gambar juga sedang diselidiki dalam beberapa konteks lain, misalnya pada perangkat seluler, perangkat medis, dan aplikasi astronomi.
Pasar Global Image Sensor Saat Ini
Pasar sensor gambar saat ini diperkirakan bernilai sekitar $26,1 miliar pada tahun 2022. Sehingga Pasar ini diprediksi akan tumbuh pesat pada CAGR sebesar 8,1% dari tahun 2022 hingga 2027, mencapai nilai sekitar $38,6 miliar.
Sebagian besar pertumbuhan ini akan didorong oleh meningkatnya permintaan untuk beberapa kamera di perangkat seluler. Tidak diragukan lagi bahwa adopsi ponsel pintar yang meluas telah meningkatkan pasar sensor gambar. Seiring dengan semakin canggihnya telepon pintar, semakin meningkat pula permintaan konsumen terhadap kamera berkualitas tinggi yang tertanam dalam perangkat ini.
Ada juga peluang di pasar yang sedang berkembang ini yang dihadirkan oleh makin banyaknya inovasi dalam teknologi sensor. Dalam enam bulan pertama tahun 2022 misalnya, para pemain teratas di pasar sensor gambar meluncurkan 23 produk baru.
Asia Pasifik adalah dan kemungkinan akan terus menjadi kawasan terpenting untuk pasar teknologi image sensor ini. Saat ini ia memegang pangsa pasar terbesar dan diharapkan tumbuh pada CAGR tertinggi selama periode perkiraan. Di kawasan ini, pasar didorong oleh perkembangan teknologi oleh pemain utama di China, Jepang, dan Korea Selatan.
Pemain kunci industri saat ini termasuk Sony Group (Jepang), Samsung Electronics Co., Ltd. (Jepang), OMNIVISION (AS), STMicroelectronics N.V. (Swiss), GalaxyCore Shanghai Limited Corporation (Tiongkok), ON Semiconductor Corporation (AS), Panasonic Holdings Corporation (Jepang), Canon Inc. (Jepang), SK hynix Inc. (Korea Selatan), dan PixArt Imaging Inc. (Taiwan).
Arah Masa Depan untuk Image Sensor
Pasar image sensor akan didorong oleh permintaan konsumen terhadap kamera berkualitas tinggi di perangkat seluler, serta kebutuhan untuk mengembangkan aplikasi pencitraan medis yang lebih baik. Ada kemungkinan bahwa di samping semakin canggihnya kamera telepon pintar, banyak aplikasi medis sensor gambar akan muncul di pasaran, seperti platform diagnostik yang menggunakan gambar untuk mendiagnosis atau memprediksi kerentanan terhadap penyakit.
Sektor ini belum mencapai potensi penuhnya. Selama dekade berikutnya, kita kemungkinan akan melihat banyak peluncuran dan kemajuan teknologi yang akan mendorong kemampuan aplikasi sensor gambar saat ini. Serta memperluas penggunaan sensor ini di industri lain.
Kita dapat mengharapkan untuk melihat perkembangan yang meningkatkan sensitivitas sensor gambar, sehingga memungkinkannya menghasilkan gambar beresolusi lebih tinggi. Ini akan penting untuk aplikasi pada perangkat seluler, pencitraan medis, dan otomasi industri.
Kaitan Image Sensor Dengan Teknologi Biosensor
Teknologi sensor gambar dapat dikaitkan dengan teknologi biosensor. Terutama jika digunakan dalam aplikasi yang memerlukan representasi visual dari proses atau reaksi biologis. Hal itu dilakukan dengan mengintegrasikan sensor gambar dengan perangkat mikrofluida untuk menangkap sinyal optik yang dihasilkan oleh reaksi biosensing pada skala mikroskopis. Pada dasarnya, teknologi image sensor dapat digunakan untuk mencitrakan hasil proses deteksi biokimia. Contoh bagaimana sensor gambar digunakan dalam biosensing:
- Analisis sel: Pencitraan sel hidup dengan pewarna fluoresensi untuk mempelajari perilaku dan interaksinya.
- Deteksi protein: Memvisualisasikan interaksi protein-protein pada chip mikrofluida menggunakan antibodi berlabel fluoresensi.
- Analisis DNA: Menangkap pola hibridisasi pada microarray untuk mengidentifikasi urutan DNA tertentu.
Masa depan biosensor dianggap sangat menjanjikan, dengan potensi signifikan untuk merevolusi perawatan kesehatan melalui peningkatan diagnostik, pendekatan perawatan yang dipersonalisasi, dan kemampuan pemantauan berkelanjutan, menjadikannya area utama untuk penelitian dan inovasi masa depan di bidang medis. Dengan terus dikembangkannya teknologi image sensor, maka kita bisa mengharapkan kemajuan yang signifikan pula pada bidang biosensor.
Baca Juga : Mengenal Sekilas Tentang Biosensor Berbasis Biomineral