
Freefastapp.net – Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menambahkan dimensi digital ekstra ke dunia nyata dengan menumpangkan informasi seperti teks, gambar, dan suara pada lingkungan sekitar kita. Ini menciptakan pengalaman interaktif dari lingkungan nyata yang ada yang disempurnakan oleh gambar yang dihasilkan komputer. Misalnya, kacamata pintar (headset) atau telepon pintar dapat memberikan informasi real-time kepada operator yang memantau pabrik produksi. Augmented Reality Industri 4.0, juga dikenal sebagai Industri Cerdas atau Revolusi Industri Keempat, merupakan pergeseran paradigma dalam manufaktur.
Ini melibatkan interkoneksi mesin dan sistem, menciptakan jaringan cerdas yang mampu memantau seluruh proses produksi secara otonom. Sistem yang saling terhubung ini, yang digerakkan oleh IoT (Internet of Things) dan didukung oleh AI (Artificial Intelligence), dapat membuat keputusan berdasarkan data untuk mengoptimalkan dan menyederhanakan operasi, menjadikan proses produksi seefisien dan menguntungkan mungkin.
Augmented Reality dalam Lingkungan Industri
Ada berbagai aplikasi AR untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam Industri 4.0, berikut beberapa diantaranya:
Dukungan dan Perawatan
Merupakan hal yang umum bagi teknisi dan operator di pabrik untuk membutuhkan dukungan selama produksi dan perawatan. Semakin cepat mereka menerima dukungan ini, semakin sedikit waktu dan uang yang dihabiskan oleh perusahaan.
Dengan melengkapi ruang dan mesin dengan informasi digital berkat AR, operator langsung mengakses informasi penting, seperti manual pengoperasian, gambar, spesifikasi teknis, dan catatan perawatan, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi waktu henti. Koneksi ke perangkat IoT juga memungkinkan akses ke informasi real-time yang ditampilkan di lingkungan sekitar.
Navigasi dan Logistik Dalam Ruangan
AR membantu dalam memberikan panduan visual yang jelas di dalam gedung, seperti gudang atau pabrik. Terutama di perusahaan besar, AR dapat menyederhanakan navigasi melalui fasilitas yang kompleks, sehingga memungkinkan lokasi barang yang dibutuhkan dengan cepat. Selain itu, dengan menggabungkan panduan dalam ruangan dengan konten AR, efisiensi pekerja secara dapat meningkat secara signifikan.
Pelatihan
Augmented Reality 4.0 dapat meningkatkan retensi informasi hingga 80% dibandingkan dengan metode tradisional. Penggunaan AR dalam pelatihan karyawan dapat mengurangi waktu pelatihan hingga 40%. Ada berbagai alat berbasis AR yang memungkinkan Anda untuk mensimulasikan objek atau lingkungan 3D, menciptakan replika interaktif yang dapat dilihat dalam AR dari beberapa perangkat tanpa perlu berada di ruangan tertentu atau di depan mesin.
Fleksibilitas ini meningkatkan aksesibilitas dan keterlibatan melalui penggunaan komputer atau layar sentuh, ponsel pintar dan tablet, dan headset realitas virtual atau campuran.
Dengan cara ini, kasus penggunaan dimungkinkan untuk pelatihan di lingkungan industri dengan interaksi yang kompleks, pembongkaran objek, atau bahkan kuesioner yang disesuaikan untuk setiap pekerja.
Produksi
AR memungkinkan peningkatan desain dan pengembangan produk dengan menumpangkan secara real time informasi digital pada lingkungan produksi fisik. Hal ini memungkinkan para mekanik dan desainer untuk memvisualisasikan dan berinteraksi dengan model 3D secara langsung di dalam ruang produksi yang sebenarnya.
Kemampuan ini memfasilitasi identifikasi dan koreksi dini kesalahan desain, memastikan bahwa masalah potensial ditangani sebelum memengaruhi tahap prototipe fisik. Hasilnya, perusahaan dapat secara signifikan mengurangi jumlah prototipe aktual yang diperlukan, menyederhanakan proses pengembangan, dan mempercepat jadwal produksi.
Selain itu, Augmented Reality memberikan panduan kontekstual dan umpan balik selama perakitan dan kontrol kualitas, yang selanjutnya meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.
Pemasaran dan Penjualan
Terakhir, AR dapat memberikan dampak bisnis yang signifikan dengan memungkinkan Anda menjelaskan konsep yang rumit secara visual, sehingga lebih mudah dipahami oleh calon pelanggan Anda. AR juga memungkinkan Anda untuk memamerkan model mesin yang terlalu besar atau mahal untuk dibawa ke pameran dagang atau ke kantor pelanggan di ruang pamer. Pelanggan dapat melihat dan berinteraksi dengan produk dengan cara yang sama sekali baru.
Augmented Reality (AR) sebagai Pendorong Industri 4.0
Augmented Reality (AR) bukan sekadar alat, tetapi merupakan kekuatan transformatif yang membentuk kembali banyak proses dalam bisnis. Perusahaan produksi, khususnya, memperoleh manfaat dari AR karena mereka dapat memanfaatkan manfaatnya di sepanjang rantai nilai mereka. Mulai dari pengembangan produk hingga manufaktur, logistik, pemasaran, layanan pelanggan, dan pelatihan karyawan.
Augmented Reality (AR) menghadirkan peluang signifikan untuk merevolusi proses yang ada di seluruh industri. Meskipun dunia fisik kita tiga dimensi, sebagian besar data bersifat dua dimensi dan terbatas pada layar, sehingga menciptakan kesenjangan antara dunia nyata dan digital. AR secara efektif menjembatani kesenjangan ini dengan melapisi data digital ke objek dan lingkungan fisik, menempatkan informasi secara langsung dalam konteks aplikasinya. Integrasi ini meningkatkan asimilasi, pemahaman, dan pemrosesan informasi yang terarah.
AR siap menjadi antarmuka berkelanjutan antara manusia dan mesin di berbagai sektor. Sementara banyak konsumen yang mengenal AR melalui aplikasi hiburan, potensinya dalam bisnis dan industri bahkan lebih transformatif. Perusahaan yang berpikiran maju telah memanfaatkan AR di seluruh rantai nilai industri. Termasuk pengembangan produk, manufaktur, logistik, pemasaran, layanan, dan pelatihan. Teknologi ini mendorong peningkatan signifikan dalam kualitas dan produktivitas di seluruh domain ini.
Dalam praktiknya, AR meningkatkan cara pengguna memvisualisasikan informasi, mengikuti instruksi, dan berinteraksi dengan produk. Ke depannya, penerapan strategis AR akan menjadi sangat penting bagi perusahaan yang ingin mempertahankan posisi pasar yang kompetitif. Mengintegrasikan AR ke dalam strategi dan proses bisnis sangatlah penting, dan perusahaan harus mengeksplorasi potensi penuh AR dan mengevaluasi dampaknya terhadap pelanggan, produk, dan seluruh rantai nilai.
Mengembangkan Strategi AR yang Efektif untuk Perusahaan
Strategi AR yang dirancang dengan baik sangat penting bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan manfaatnya. Perusahaan harus menentukan bagaimana AR dapat mendukung diferensiasi penawaran produk dan layanan mereka. Selain itu, AR dapat meningkatkan keramahan pengguna produk, mendukung layanan, dan memberikan umpan balik yang berharga tentang penggunaan produk, yang menawarkan wawasan untuk pengembangan lebih lanjut.
Keahlian Internal vs. Kemitraan Eksternal dalam Pengembangan AR
Perusahaan harus memutuskan apakah akan mengembangkan keahlian AR internal atau berkolaborasi dengan mitra eksternal. Meskipun spesialis AR yang berkualifikasi langka, memiliki pengetahuan dalam pengalaman pengguna dan desain antarmuka pengguna, pemodelan digital, dan manajemen konten AR sangatlah penting. Membentuk tim khusus untuk mengembangkan dan memelihara konten AR dapat bermanfaat.
Berinvestasi pada spesialis AR sebagai aset strategis lebih masuk akal ketika AR menjadi pusat strategi bisnis. Sebaliknya, bagi perusahaan dimana AR bukan menjadi pusatnya, bermitra dengan penyedia eksternal dapat menjadi lebih praktis.
Awalnya, penyedia teknologi dan layanan AR yang terbatas menyebabkan banyak perusahaan mengandalkan kemampuan internal. Saat ini, pasar telah berkembang dengan vendor yang menawarkan solusi AR siap pakai. Sehingga semakin sulit bagi perusahaan untuk mengimbangi kemajuan. Oleh karena itu, keputusan strategis mengenai pengembangan dan implementasi AR sangat penting untuk memanfaatkan potensi penuhnya dan memastikan keunggulan kompetitif.
Baca Juga : Tren Penggunaan Teknologi Augmented Reality (AR) Dalam Bisnis