
FREEFASTAPP.NET – Indonesia sedang mengalami proses revolusi industri dari tradisional ke modern, segala inovasi yang berkembang secara perlahan sudah bisa kita lihat dan nikmati saat ini. Beberapa perusahaan telah berani mengambil langkah besar untuk memenuhi tuntutan pasar dan menambah rasa kompetitif dengan perusahaan lain yang ada di bidang yang sama. Salah satu kecanggihan yang bisa kita rasakan adalah hadirnya teknologi biosensor yang mampu mendeteksi dan memberikan hasil analisis produk yang akurat. Teknologi biosensor canggih bisa menjadi jawaban agar kualitas produk bisa terpantau dan terseleksi secara real time, sehingga membuka banyak peluang bagus bagi segala bidang. Kecanggihan teknologi biosensor juga mampu meningkatkan efisiensi anggaran dan efisiensi tenaga pekerja, karena teknologi ini telah dirancang dengan kemampuan sistem yang sangat cerdas.
Mengenal Mekanisme Deteksi Molekuler Lebih Dekat pada Teknologi Biosensor
Kecanggihan dan keakuratan data yang dihasilkan oleh teknologi biosensor sudah mampu merevolusi berbagai bidang industri. Di balik kecanggihan tersebut terdapat serangkaian komponen dan mekanisme yang digunakan untuk menganalisis. Berikut ini mekanisme kerja teknologi biosensor yang bisa kamu pelajari secara umum:
Elemen Biologis
Dalam teknologi biosensor, komponen elemen biologis menjadi kunci yang berkaitan dengan kemampuan deteksi dan interaksi dengan zat analit. Sehingga menciptakan interaksi dan perubahan yang bisa menjadi sinyal terukur oleh transduser dan dianalisis secara spesifik. Pemilihan elemen biologis juga tidak sembarangan, elemen biologis bisa berinteraksi dengan zat analit secara spesifik dan meminimalisir gangguan dari molekul lain. Elemen biologis bisa dari jenis jenis berikut ini:
- Enzim: berupa protein yang mampu mengkatalisis dan mempercepat reaksi kimia secara spesifik. Enzim yang digunakan dalam teknologi biosensor bisa mendeteksi substratnya, seperti enzim Glukosa oksidase yang bisa mendeteksi kandungan glukosa dalam sampel darah pasien.
- Antibodi: berupa protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh agar tubuh mampu mengenali dan mematikan zat asing atau antigen.
- Asam nukleat: seperti DNA atau RNA yang bisa mendeteksi urutan rantai DNA dan RNA. Asam nukleat sangat berguna untuk mendeteksi dan mendiagnosis penyakit genetik ataupun patogen dalam tubuh.
- Sel: sel tubuh kita juga bisa menjadi elemen biologis yang dapat merespon perubahan lingkungan atau mendeteksi zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
- Organisme: beberapa spesies serangga telah diuji coba pada biosensor. Ternyata mampu menjadi pendeteksi zat zat berbahaya, seperti mendeteksi kandungan limbah tertentu.
Elemen Transduser
Dalam teknologi biosensor, keberadaan elemen transduser menjadi komponen pendukung yang penting. Karena bisa merubah respon dari interaksi antara elemen biologis dengan zat analit, hingga tercipta sinyal, getaran, arus, tegangan, dan energi lainnya yang dapat diukur. Jenis elemen transduser seperti: Transduser Elektrokimia, Transduser Optik, Transduser Piezoelektrik, dan Transduser Termal. Terdapat faktor penentu yang berpengaruh terhadap kinerja dari elemen transduser, yaitu: Jenis respon biologis, Sensitivitas, Kemampuan Spesifik, dan Rentang pengukuran.
Analisis Sinyal
Analisis sinyal pada teknologi biosensor bisa terjadi setelah melewati elemen transduser. Tujuan utama dalam analisis sinyal yaitu agar kualitas sinyal bisa ditingkatkan, memilah informasi yang akurat dengan cara mengoreksi kesalahan sistematis dalam setiap pengukuran, dan mengukur konsentrasi analit target dengan tepat dengan membaca kurva kalibrasi yang telah tersedia dalam data.
Pemanfaatan Teknologi Biosensor dalam Berbagai Bidang
Teknologi biosensor telah menjadi solusi cerdas bagi berbagai bidang dengan inovasi yang bisa dirancang. Sehingga teknologi biosensor memiliki kemampuan deteksi dini yang sangat akurat. Teknologi ini bisa menjadi alat penjamin kualitas hidup kita serta kehidupan di lingkungan sekitar kita. Berikut ini pemanfaatan biosensor dalam berbagai bidang yang bisa kamu coba:
Bidang Industri Makanan
Teknologi biosensor menjadi solusi cerdas dan akurat untuk menganalisis kualitas dari makanan dan minuman yang akan diedarkan ke masyarakat. Teknologi biosensor berperan penting dalam pemantauan kandungan nutrisi, nilai gizi, mengukur kandungan gula. Mengukur kesegaran produk hewani dan nabati, mengukur kandungan antioksidan, bahkan hingga memastikan kadar alkohol yang ada di makanan atau minuman masih sesuai standar yang ada di Indonesia, dan tahap akhirnya adalah hasil analisis akan tercantum dalam label nutrisi produk.
Selain itu biosensor juga bisa mendeteksi bakteri patogen yang ada dalam produk hewani seperti bakteri Salmonella dan E.coli pada daging dan ikan, bisa mendeteksi kadar endapan pestisida dalam produk nabati seperti pada buah dan sayur, dan mendeteksi zat alergen seperti kacang dan gluten untuk selanjutnya hasil deteksi tersebut dicatat dalam kotak informasi penting bagi konsumen yang memiliki alergi tersebut. Upaya deteksi dini pada makanan dan minuman mampu memberikan proteksi perlindungan bagi kesehatan konsumen dan mencegah kerugian ekonomi.
Bidang Pelestarian dan Pemeliharaan Lingkungan
Pengendalian Polusi
Teknologi biosensor mampu mendeteksi zat polutan dengan menggunakan elemen biologis berupa enzim, antibodi, dan mikroorganisme. Elemen biologis tersebut telah dirancang secara khusus untuk mampu berinteraksi dan menyeleksi zat polutan tertentu, seperti logam berat, pestisida, hingga racun. Sensitivitas pada biosensor juga bisa mendeteksi zat polutan dengan konsentrasi yang sangat rendah. Bahkan jarang disadari oleh diri kita jika hanya dilihat dengan mata telanjang. Untuk pengendalian polusi perlu dilakukan pemantauan pada kualitas air, udara, dan tanah secara real time.
Pengelolaan Limbah
Jika suatu lingkungan sudah terlanjur mengalami zat polutan yang menumpuk berlebihan hingga menjadi limbah berbahaya. Maka perlu dilakukan upaya pengelolaan limbah dengan menggunakan biosensor. Contohnya seperti, pengelolaan limbah di perairan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendeteksi zat polutan. Apa saja yang menjadi limbah di perairan tersebut agar bisa diperkirakan upaya apa yang selanjutnya perlu dilakukan. Langkah kedua, mengukur parameter perairan untuk memantau kualitas perairan berdasarkan standar baku mutu. Hal itu agar kita bisa memantau nilai parameter perairan yang awalnya tercemar limbah, lalu proses pemulihan, hingga pulih 100%. Agar metode pengelolaan limbah perairan lebih efektif, perlu dilakukan dengan metode yang berbeda beda tergantung zat polutan apa yang terkandung di perairan tersebut.
Bidang Olahraga dan Kebugaran Jasmani
Dalam bidang olahraga, setiap atlet memiliki tuntutan untuk selalu menampilkan yang terbaik dan menanamkan jiwa kompetitif. Sehingga pemantauan kondisi fisik dan metabolisme dari para atlet harus selalu dipantau secara real time agar mereka bisa selalu bugar. Teknologi biosensor menjadi salah satu solusi canggih agar pemantauan kesehatan bisa dilakukan secara optimal, beberapa hal yang bisa dipantau dari para atlet adalah kadar glukosa dalam tubuh, perubahan metabolisme dan hormon, tingkat hidrasi tubuh, kesehatan jantung dan mencegah risiko penyakit kardiovaskular, optimalisasi penyerapan nutrisi, pengelolaan energi yang dikeluarkan, dan performa optimal atlet.
Baca Juga : Daftar Film Fantasi Unik dan Seru, Cocok buat Quality Time Bersama Keluarga