Suku Bugis, yang berasal dari semenanjung selatan Sulawesi, terkenal tidak hanya karena kekayaan sejarah, keberanian para pelautnya, dan filosofi hidupnya yang tinggi, tetapi juga karena warisan kuliner yang luar biasa kaya. Masakan Bugis dikenal dengan karakternya yang berani, kaya rempah, gurih, dan kerap menggunakan bahan-bahan segar khas tanah Sulawesi Selatan seperti asam mangga (rempah patikala), kelapa sangrai, serta ikan segar dari laut maupun air tawar.
Rasa gurih yang mendominasi sebagian besar hidangan Bugis biasanya berasal dari perpaduan santan, kelapa parut sangrai (pundu), dan minyak kelapa murni. Bagi Anda yang ingin menjelajahi kekayaan rasa nusantara, berikut adalah 10 resep makanan khas Bugis tradisional paling populer yang siap menggugah selera Anda.
Coto Makassar
Meskipun sering diidentikkan dengan kota Makassar, Coto Makassar adalah hidangan kebanggaan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, termasuk Suku Bugis. Hidangan berkuah kaya rempah ini menggunakan daging dan jeroan sapi yang direbus lama dengan bumbu kacang tanah sangrai dan puluhan rempah rahasia.
- Bahan-bahan:
- 500 gram daging sapi (bisa dicampur babat atau paru)
- 200 gram kacang tanah, sangrai dan haluskan
- 2 batang serai, memarkan
- 3 lembar daun jeruk
- Lengkuas dan jahe secukupnya, memarkan
- Minyak untuk menumis
- Bumbu Halus:
- 8 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 1 sendok makan ketumbar, sangrai
- 1 sendok teh jintan
- 1/2 sendok teh pala bubuk
- Garam dan merica secukupnya
- Cara Membuat:
- Rebus daging sapi hingga empuk, potong-potong dadu. Sisihkan air kaldu secukupnya.
- Tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk, lengkuas, dan jahe hingga harum.
- Masukkan bumbu tumis ke dalam air kaldu bersama daging sapi.
- Tambahkan kacang tanah halus, aduk rata dan didihkan kembali dengan api kecil agar bumbu meresap sempurna.
- Sajikan panas dengan pelengkap ketupat atau burasa serta sambal tauco.
Pallubasa
Mirip dengan Coto, Pallubasa adalah hidangan berkuah daging sapi khas Bugis-Makassar. Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan kelapa parut sangrai yang ditumbuk hingga berminyak (serundeng) ke dalam kuahnya, serta tradisi penyajiannya yang kerap menggunakan tambahan kuning telur mentah di atas mangkuk panas.
- Bahan-bahan:
- 500 gram daging bagian sengkel atau tetelan sapi
- 100 gram kelapa parut, sangrai sampai kecokelatan lalu haluskan sampai keluar minyaknya
- 2 batang serai, memarkan
- 3 lembar daun salam
- Air, garam, dan gula secukupnya
- Bumbu Halus:
- 10 siung bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 4 buah kemiri, sangrai
- 1 sendok teh ketumbar
- 1/2 sendok teh jintan
- Kunyit dan jahe bakar secukupnya
- Cara Membuat:
- Rebus daging sampai setengah empuk, potong-potong sesuai selera, lalu masukkan kembali ke air rebusannya.
- Tumis bumbu halus, serai, dan daun salam hingga harum, kemudian masukkan ke dalam panci rebusan daging.
- Masukkan kelapa sangrai yang sudah dihaluskan ke dalam kuah. Aduk rata.
- Masak dengan api kecil hingga daging benar-benar empuk dan kuah mengental gurih.
- Sajikan hangat bersama taburan bawang goreng dan jeruk nipis.
Barobbo (Bubur Jagung Khas Bugis)
Barobbo adalah makanan tradisional berbahan dasar jagung manis yang diolah menjadi bubur gurih. Hidangan ini biasanya disajikan hangat dengan tambahan suwiran ayam, sayuran hijau, dan sambal terasi mentah. Sangat cocok dinikmati saat cuaca dingin atau sebagai makanan pemulih tenaga.
- Bahan-bahan:
- 4 buah jagung manis, 3 buah dipipil dan dihaluskan kasar, 1 buah dibiarkan utuh
- 100 gram daging ayam, rebus lalu suwir-suwir
- 1 ikat bayam atau kangkung, petik daunnya
- 2 batang daun bawang, iris tipis
- 1 liter kaldu ayam
- Garam dan kaldu bubuk secukupnya
- Bumbu Halus:
- 6 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 buah cabai merah (opsional)
- Sedikit terasi (opsional)
- Cara Membuat:
- Didihkan kaldu ayam, masukkan jagung pipil halus dan utuh. Masak hingga jagung empuk dan kuah mulai mengental menjadi bubur.
- Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan ke dalam bubur jagung.
- Bumbui dengan garam dan kaldu bubuk, aduk merata.
- Menjelang diangkat, masukkan sayuran hijau dan suwiran ayam. Masak sebentar hingga layu.
- Sajikan Barobbo hangat dengan taburan bawang goreng.
Nasu Palekko (Ayam Masak Pedas Khas Bugis)
Nasu Palekko adalah surga bagi pencinta makanan pedas. Masakan berbahan dasar daging bebek atau ayam ini dimasak dengan bumbu rempah melimpah, asam mangga muda (patikala atau belimbing wuluh), serta cabai rawit yang sangat banyak tanpa menggunakan santan.
- Bahan-bahan:
- 1 ekor ayam kampung muda, potong kecil-kecil
- 20 buah cabai rawit merah, biarkan utuh atau iris kasar
- 5 buah belimbing wuluh atau 2 buah asam mangga muda iris
- 2 batang serai, memarkan
- Minyak secukupnya
- Bumbu Halus:
- 12 siung bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 1 ruas kunyit bakar
- 1 ruas jahe
- Garam dan penyedap rasa secukupnya
- Cara Membuat:
- Lumuri potongan ayam dengan sebagian bumbu halus dan air jeruk nipis, diamkan selama 15 menit.
- Panaskan sedikit minyak, tumis sisa bumbu halus bersama serai hingga matang dan harum.
- Masukkan ayam, aduk rata hingga berubah warna.
- Tambahkan air secukupnya, cabai rawit utuh, dan asam mangga/belimbing wuluh.
- Tutup wajan dan masak dengan api sedang-kecil hingga air menyusut, minyak keluar dari bumbunya, dan daging ayam empuk.
Bebek Songkolo
Songkolo berarti makanan yang dimasak dengan cara dikukus di dalam wadah tertutup daun pisang tanpa bersentuhan langsung dengan air atau api besar. Bebek Songkolo memadukan daging bebek empuk dengan bumbu rempah khas Bugis yang dibungkus rapat sebelum dikukus.
- Bahan-bahan:
- 1 ekor bebek, potong menjadi beberapa bagian
- 100 gram kelapa parut, sangrai hingga kecokelatan lalu haluskan
- Daun pisang secukupnya untuk membungkus
- Bumbu Halus:
- 10 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 3 cm lengkuas
- 3 cm jahe
- 2 batang serai, ambil bagian putihnya
- Ketumbar, kunyit, garam, dan gula secukupnya
- Cara Membuat:
- Campurkan potongan bebek dengan bumbu halus dan kelapa sangrai halus. Aduk rata dan diamkan selama 30 menit agar meresap.
- Ambil lembar daun pisang, tata potongan bebek beserta bumbunya di atas daun.
- Bungkus rapat bentuk tim atau tum, sematkan lidi di ujungnya.
- Kukus bungkusan bebek tersebut selama 1,5 hingga 2 jam hingga daging bebek benar-benar empuk dan bumbu meresap sempurna.
- Angkat dan sajikan hangat bersama nasi putih.
Ikan Pallubasa / Pallu Mara
Pallu Mara adalah masakan ikan kuah kuning khas Bugis-Makassar yang bercita rasa asam, pedas, dan gurih segar. Tidak menggunakan santan, kesegaran kuahnya berasal dari asam jawa atau asam patikala serta kunyit dan cabai utuh.
-
Bahan-bahan:
- 500 gram ikan segar (ikan bandeng, kakap, atau bolu)
- 3 buah belimbing wuluh, potong-potong
- 10 buah cabai rawit merah utuh
- 2 batang serai, memarkan
- Asam jawa secukupnya, larutkan dengan sedikit air
- Air, garam, dan gula secukupnya
-
Bumbu Halus:
- 8 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 2 ruas kunyit
- 1 ruas jahe
- Sedikit terasi
-
Cara Membuat:
- Bersihkan ikan, lumuri dengan sedikit garam dan air jeruk nipis.
- Didihkan air di panci, masukkan bumbu halus, serai, dan larutan air asam jawa.
- Setelah kuah mendidih dan harum, masukkan ikan, belimbing wuluh, dan cabai rawit utuh.
- Masak dengan api sedang selama 10–15 menit hingga ikan matang (jangan terlalu sering diaduk agar ikan tidak hancur).
- Koreksi rasa, angkat dan sajikan selagi panas.
Juku’
Masakan ikan bakar tradisional khas Bugis yang disiram dengan sambal mangga muda atau sambal terasi khas (sambal be’re). Perpaduan ikan laut segar bakar dengan asam-segar mangga muda menciptakan ledakan rasa di mulut.
- Bahan-bahan:
- 2 ekor ikan ukuran sedang (kakap merah atau kerapu)
- Perasan jeruk nipis dan garam secukupnya
- Bumbu Olesan: 3 siung bawang putih, ketumbar, kunyit bubuk, dan minyak kelapa dicampur rata.
- Bahan Sambal Mangga:
- 1 buah mangga muda, serut kasar
- 5 buah cabai rawit merah
- 3 siung bawang merah
- Terasi bakar, garam, dan gula secukupnya
- Cara Membuat:
- Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan sebentar, lalu olesi dengan bumbu olesan secara merata.
- Bakar ikan di atas arang atau teflon sambil sesekali diolesi sisa bumbu hingga matang kecokelatan dan beraroma khas bakaran.
- Ulek kasar bahan sambal mangga, lalu campurkan dengan serutan mangga muda.
- Sajikan ikan bakar hangat dengan sambal mangga di atasnya.
Putu Phikiri (Kue Tradisional Manis)
Beralih ke hidangan penutup atau kue tradisional, Putu Phikiri adalah jajanan pasar khas Bugis yang terbuat dari tepung beras, parutan kelapa, dan gula merah, dikukus di dalam cetakan bambu kecil. Aroma pandan dan gurihnya kelapa membuat kue ini sangat digemari.
- Bahan-bahan:
- 250 gram tepung beras berkualitas baik
- 100 gram kelapa parut setengah tua
- 100 gram gula merah, sisir halus untuk isian
- 1/2 sendok teh garam
- Air secukupnya (percikkan perlahan hingga adonan berpasir)
- Daun pandan
- Cara Membuat:
- Campurkan tepung beras, kelapa parut, dan garam. Percikkan air sedikit demi sedikit sambil diremas-remas ringan hingga membentuk tekstur berpasir (tidak menggumpal basah).
- Masukkan adonan ke dalam cetakan kecil atau bambu putu, beri isian gula merah di tengahnya, lalu tutup lagi dengan adonan tepung.
- Kukus di dalam kukusan yang airnya sudah mendidih selama kurang lebih 10–15 menit.
- Keluarkan dari cetakan dan sajikan selagi hangat.
Kue Barongko
Barongko adalah kue tradisional Bugis yang berbahan dasar pisang kepok matang. Kue basah bertekstur lembut ini dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus dengan campuran santan, telur, serta gula pasir. Barongko wajib hadir dalam berbagai acara adat penting masyarakat Bugis, seperti pernikahan atau syukuran.
Bahan-bahan:
- 10 buah pisang kepok yang sudah benar-benar matang (pilih yang manis)
- 3 butir telur ayam
- 200 ml santan kental
- 100 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh garam
- Daun pisang untuk membungkus
Cara Membuat:
Kupas pisang kepok, buang serat tengahnya, lalu haluskan daging pisang menggunakan garpu atau blender.
Dalam wadah lain, kocok lepas telur bersama gula pasir dan garam hingga larut.
Masukkan pisang yang sudah dihaluskan dan santan kental ke dalam kocokan telur. Aduk rata.
Ambil selembar daun pisang, bentuk menjadi mangkuk kerucut atau takir, tuang adonan pisang ke dalamnya, lalu sematkan lidi agar rapat.
Kukus kue Barongko selama kurang lebih 30 menit hingga matang dan padat.
Nikmati dalam keadaan dingin setelah disimpan di dalam kulkas.
Burasa (Lontong Gurih Khas Bugis)
Burasa adalah pelengkap wajib bagi berbagai hidangan berkuah khas Sulawesi Selatan seperti Coto atau Pallubasa. Berbeda dari lontong biasa, beras untuk burasa dimasak terlebih dahulu dengan santan hingga menjadi aron, lalu dibungkus berpasangan menggunakan daun pisang dan direbus selama berjam-jam.
- Bahan-bahan:
- 1 kg beras, cuci bersih
- 1 liter santan dari kelapa tua
- Garam secukupnya
- Daun salam dan daun pisang secukupnya untuk membungkus serta tali bambu/rafia
- Cara Membuat:
- Masak santan bersama garam dan daun salam hingga mendidih.
- Masukkan beras ke dalam santan mendidih, masak dengan api kecil sambil diaduk terus hingga santan terserap habis oleh beras (menjadi nasi aron).
- Ambil selembar daun pisang, letakkan dua sendok makan nasi aron, lalu lipat rapi. Ambil dua buah bungkusan kecil tersebut, satukan posisinya berdampingan, lalu ikat erat menggunakan tali rafia atau tali bambu.
- Rebus bungkusan burasa di dalam panci besar yang terendam air selama kurang lebih 4 hingga 5 jam agar awet dan matang sempurna.
- Angkat, tiriskan, dan burasa gurih siap disajikan bersama hidangan utama favorit Anda.
Penutup
Keanekaragaman kuliner tradisional Suku Bugis mencerminkan kearifan lokal dalam mengolah sumber daya alam yang tersedia menjadi hidangan bernilai rasa tinggi. Dari gurihnya Coto dan Burasa, pedasnya Nasu Palekko, hingga manis lembutnya Barongko, setiap gigitan menyimpan cerita tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Selamat mencoba resep-resep autentik ini di dapur rumah Anda!
Baca Juga : Kenapa 7 Musisi Internasional yang Diprediksi Akan Bersinar pada 2026 Ini Layak Kamu Dengarkan?